saat jari yang selalu berlari
pada kekunci piano itu
menyentuh tangan kamu
berbekaskan air mata kering
aku berlari
mencari puncak paling tinggi
mencuri pandang
titik-titik bergerak
seakan menari dalam mata...
detik berhenti. lagi.
ah! kau menang!
tapi aku yang tersenyum..